How To Set or Change Timezone on Ubuntu

Instead of using ntpdate refer to pool.ntp.org or using timedatectl with set-timezone param to change timezone properly. Use these powerful command to solve the problem (thanks to the World Wide Web).

~# mv /etc/localtime /etc/localtime.orig

~# ln -sf /usr/share/zoneinfo/Asia/<your_district> /etc/localtime

Panduan Mudah OKD – OpenShift: dengan Docker, Kubernetes, Pods, etc

OpenShift adalah sebuah bentuk polyglot platform, disebut demikian karena penggunaan platform yang menggunakan lebih dari satu teknologi platform (sistem yang dibangun di atas platform). Biasanya OpenShift digunakan untuk membangun sebuah aplikasi web dan services, yang mana menggunakan sekumpulan container yang berkaitan dengan lingkungan SELinux (Security-Enhanced Linux – Otorisasi untuk keamanan di sistem operasi Linux). Kita dapat memasang OpenShift pada infrastruktur kita sendiri atau pada cloud yang berada di publik, atau bahkan kita bisa memanfaatkan layanan OpenShift secara online yang telah disediakan oleh Red Hat secara langsung di Red Hat OpenShift.

Dikutip langsung dari situsnya, OKD adalah distribusi dari Kubernetes yang telah di optimasi untuk pengembangan aplikasi yang berkesinambungan dan multi-tenant. OKD menambahkan tools untuk para developer dan sistem operations untuk membangun aplikasi dengan cepat di atas Kubernetes, bahkan untuk maintenance jangka panjang.

Apa yang bisa kita jalankan di OKD – OpenShift ?

OKD di desain untuk menjalankan Kubernetes dalam jumlah yang besar, dibangun dan dikembangkan dengan konsep kontainerisasi.

https://play.google.com/store/books/details?id=RAYjEAAAQBAJ

Let’s Get Started to DevOps: Getting started with Docker, GitLab, Jenkins, Ansible, VPS, and Heroku

In writing this ebook, I have evaluated a large number of programs and selected for inclusion the software i believe is the most useful for someone new to DevOps term. This ebook is an overview only (not a definitive guide) of the issues that DevOps have to deal with in making CI/ CD meet their needs, ranging from the initial installation, setup to implemention.

This ebook is not a substitute for the documentation that accompanies the software or services that it describes. We should download, use it and read the documentation related to the software or services. Most of the additional docs available online is quite good, some is truly excellent.

https://play.google.com/store/books/details?id=7RoMEAAAQBAJ



A Fluent Performance by Fluentd

We’re not going to compare two popular open-source log management tools that can be used to reduce the burden of managing logs like how more powerful fluentd (written in CRuby) than logstash (written in JRuby), or even splunk, etc. But in this section, we should have an idea that there is always an alternative technology or method to achieve any goal in any case.

In case the difference between fluentd and logstash, i always be the one who think there is no differentiator that states which one of them is better than the other part. Even if the fact that logstash consumes more memory compared to fluentd or fluentd is the leader in the number of plugins available compared to the logstash or bla…bla. or bla…bla..bla.

Just take it or leave it. Take it if we are building a complex solution then the fluentd make us more convenient with it, or still using the other with consideration that the algorithmic statements on ‘route events’ make you look like so programmer 🙂 and it is good for procedural programmers. Both fluentd and logstash are suitable for certain requirements.

But the most important and best point is both can co-exist in same environment and can be used for specific use cases, for monolithic applications and microservices. Something just like we could use the shell script combined with php, or shell script with java for more powerful tools. Indeed, ELK-EFK hybrid could be the way to get the best out of both.

Command Control Tools

Jika kita familiar dengan tools management software dan mengikuti perkembangan linux dari awal, maka tools keluaran CSM (Computer Science and Mathematics) seperti C3 (Cluster Command and Control) akan menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan skalabilitas sistem dalam hal mereduksi waktu dan usaha untuk mengoperasikan dan mengelola sebuah cluster. Salah satu implementasinya adalah saat kita bekerja dengan superkomputer (lihat: https://tifosilinux.wordpress.com/2015/03/23/update-superkomputer-dengan-native-gnu-linux-finale/ ).

Selain C3, untuk teknologi yang lebih baru sekarang, ansible bisa menjadi alternatif lain. Pengaturan pada playbook dan inventory wajib kita pahami saat menggunakan ansible. Tentu semua ini kita gunakan sesuai dengan kebutuhan.

cexec & cget illustration
# Ansible parameter

apt-add-repository --yes --update ppa:ansible/ansible
apt update
apt-get install ansible
ansible --version

>> cat /etc/ansible/hosts

## db-[99:101]-node.example.com
[SERVER2]
172.17.60.12

[SERVER3]
172.17.60.13

# Pastikan sudah autologin dari ansible ke masing-masing node/ cluster (sebenarnya hal ini berlaku juga untuk C3) ATAU gunakan parameter -K untuk opsi menggunakan password
>> ansible-playbook -u serversatu lemp.yml --become -K
playbook, inventory & node illustration
check connectivity
install remotely
Deployed Remotely with playbook

Capture diatas merupakan sedikit gambaran dari deployment ansible