Unarc.dll returned an error code: -1 (ISDone.dll)

Awal mula saya mencoba Call Of Duty: Ghosts di inspirasi oleh salah satu game mode: Stealth Splinter Cell: Blacklist yang saya pikir sangat luarbiasa. Namun ada beberapa kendala saat saya mencoba game dengan ukuran file yang relatif besar ini, yakni error saat proses Installing (bukan proses de-compress). Muncul notifikasi Unarc.dll returned an error code: -1.

Setelah googling ( google ) Problem utama hal ini ternyata ada pada ukuran paging file yang harus dikustomisasi agar menjadi sedikit lebih besar. Step nya sebagai berikut: Right Click on This PC — Properties — Advanced System Settings — Settings on Advanced Tab — Change Total Paging File Size on Advanced Tab to Initial Size (MB): 400 and Maximum Size (MB): 3000 — Set — OK — Apply — Then Restart your PC

Untuk meyakinkan bahwa program tersebut tidak ‘rakus’ space, kita bisa hapus file temporary di temp direktori melalui parameter %TEMP% pada shortcut Run Windows. Hasilnya ??

Unarc.dll returned an error code: -1

 

Selamat Bermain

Advertisements

Membuat User Baru di PostgreSQL

Semoga kita selalu dalam keadaan sehat, keteguhan iman, dan tidak kurang suatu apapun. Posting-an kali ini kita akan mengetahui bagaimana cara mudah Membuat User Baru di PostgreSQL. Untuk mempelajari parameter di basis data ‘Si Gajah’ ini tidak terlalu berbeda dengan MySQL dan SQL pada umumnya karena memiliki beberapa kesamaan parameter. Untuk membuat user baru atau memberikan grant privileges di Postgres pun tidak jauh berbeda.

Berikut parameter yang bisa kita gunakan :
1. Buat user di lingkungan Linux kamu dan masuk ke mode superuser ‘Si Gajah’ terlebih dahulu. ~# useradd hary && passwd hary && su – postgres
2. Kemudian bisa masuk ke salah satu basisdata. ~$ psql template1 atau bisa dengan menggunakan parameter berikut : ~$ psql -d template1 -U postgres
3. Buat user yang ingin ditambahkan untuk bisa mengakses basisdata tertentu. template1=# CREATE USER hary WITH PASSWORD ‘123456’;
4. Kemudian berikan hak akses basisdata ke user : template1=# GRANT ALL PRIVILEGES ON DATABASE <db_name> to hary;
5. Berikutnya kita cek  apakah user yang telah kita create benar memiliki Role yang sesuai terhadap basisdata. template1=# \du
6. Informasinya bisa kita lihat sebagai berikut.
Membuat User Baru di PostgreSQL
Bila tidak sesuai, kita bisa menambahkan Role ke spesifik user tertentu dengan parameter berikut : template1=# ALTER ROLE <username> WITH Superuser;
7. Terakhir, kita bisa keluar dari basisdata dengan parameter template1=# \q kemudian coba re-login ~$ su – hary && psql -d <db_name> -U hary

Mudah bukan ?, semangat belajar.

Monitoring Service dengan Nagios – Telegram

Bagaimana cara mengoptimalkan tools nagios untuk monitoring service di server kita ?. Singkat saja, sebelumnya saya pernah me-posting dokumen nya pada artikel ini : Nagios HOW TO

Sebenarnya kita bisa integrasikan service di nagios dengan notifikasi via telegram (selain email, sms, dan whatshapp – yg sudah lama tidak open lagi). Cara mudahnya adalah sebagai berikut :

1. Download aplikasi telegram dan buat account melalui nomor hp kamu.
2. Cari account BotFather . Kemudian lakukan percakapan dengan BotFather dan tuliskan /newbot untuk membuat bot baru.
3. Kemudian tentukan username dan property lain dari bot tersebut. Nanti kita akan memperoleh token access berupa API yang bisa kita akses melalui protocol HTTP/SSL.
4. Jika sudah kita create, sebagai contoh kita ingin membuat bot mengirimkan pesan ke grup yang kita bangun di telegram. Langkahnya adalah : masuk ke console system kamu, kemudian lihat ID dari account & ID group telegram kita dengan parameter :

5. Jika kita sudah membuat script yang sudah siap untuk di integrasikan dengan API bot dan berharap resultnya akan di post ke grup, gunakan parameter berikut:

Selamat Mencoba

Pengantar Jaringan Komputer

Bismillah..
Semoga bermanfaat untuk rekan2 pemula

Lebih Dekat dengan Program Brackets ‘[‘ di GNU/ Linux

Untuk pengguna GNU/ Linux, ada hal menarik dalam direktori /usr/bin di distro yang kita gunakan. Program brackets ‘[‘ yang lebih kita kenal saat aktifitas scripting di shell (misalnya saat menggunakan kondisi if di script) dapat kita temukan pada direktori /usr/bin . Mari mengenal lebih dekat dengan program brackets tersebut.

Berkas aneh tersebut merupakan bagian dari GNU Coreutils, yang jika saya baca dari sumbernya langsung GNU , merupakan sebuah ekspresi kondisi yang mengembalikan nilai salah atau benar (true or false) dari kondisi yang didefinisikan.

returns a status of 0 (true) or 1 (false) depending on the evaluation of the conditional expression expr

Nilai tersebut sangat penting jika kita membutuhkan nilai keluaran yang akan di proses lebih lanjut. Mari kita coba buktikan dengan menuliskan ‘[‘ pada shell. Maka keluaran yang akan diperoleh adalah :
$ [
-bash: [: missing `]’

Hal tersebut karena kita menggunakan fungsi fasilitas built in shell. Coba kita analisis lebih jauh dengan mengidentifikasi file tersebut :
$ type [
[ is a shell builtin

Implementasi

Pertama-tama kita coba dengan menggunakan brackets penutup (dengan menggunakan spasi dan tanpa spasi)
$ [ ]
$ []
-bash: []: command not found

Berikutnya akan kita uji dengan informasi sebagai berikut: Setiap program ‘[‘ akan mengembalikan nilai (exit status) yang dapat dievaluasi dengan parameter : ‘$?’ . Dimana nilai kembalian 0 adalah benar dan 1 adalah salah.
Kita uji dengan penggunaan argumen -e <file> apakah suatu file ditemukan atau tidak :
$ [ -e /hary ]
$ $?
-bash: 1: command not found

$ [ -e /usr/bin/df.exe ]
$ $?
-bash: 0: command not found

Fungsi ‘[‘ ini juga dapat bekerja pada string seperti pengujian apakah sebuah string lebih dari Nol (Ada) atau string sama dengan Nol atau String sama dengan kosong (Null). Berikut pengujiannya :
$ [ -n “Ada string” ]
$ $?
-bash: 0: command not found

$ [ -n “” ]
$ $?
-bash: 1: command not found

$ [ -z “” ]
$ $?
-bash: 0: command not found

$ [ -z “Ada string” ]
$ $?
-bash: 1: command not found

Pengujian berikutnya membandingkan apakah dua string sama atau tidak. Berikut contohnya :
$ [ “tifosilinux” = “tifosilinux” ]
$ $?
-bash: 0: command not found

$ [ “tifosilinux” = “usmile” ]
$ $?
-bash: 1: command not found

$ [ “tifosilinux” != “tifosilinux” ]
$ $?
-bash: 1: command not found

Bagaimana perlakuannya dengan integer ?. Kita bisa uji dengan cara berikut :
$ [ 89 -eq 89 ]
$ $?
-bash: 0: command not found

$ [ 1 -eq 2 ]
$ $?
-bash: 1: command not found

$ [ 1 -ne 1 ]
$ $?
-bash: 1: command not found

Yang terakhir, kita bisa melakukan pengecekan apakah file ditemukan atau tidak :
$ [ -f /home/User25/reconnection.sh ]
$ $?
-bash: 0: command not found

$ [ -f /home/User25/mandrake.txt ]
$ $?
-bash: 1: command not found

Catatan tambahan :
Ada beberapa opsi selain -f untuk melakukan pengecekan file/ berkas, diantaranya :
-d : Pengecekan direktori
-b : Pengecekan blok file (seperti /dev/sda, etc)
-S : Pengecekan socket (seperti /var/run/acpid)
-r : Pengecekan file dapat di baca
-w : Pengecekan file dapat ditulisi
-x : Pengecekan file dapat di execute

Kustomisasi Packet Internet Groper (PING)

Kernel Hacking ??.. Saya pikir kita tidak perlu masuk hingga ke level kernel untuk bisa melakukan  kustom output pada saat melakukan request ping. Caranya ?..

Karena sebenarnya hal ini berjalan pada level applications. Paket yang digunakan pun hanyalah iputils-ping (saya menggunakan linux Knoppix untuk uji coba). Dengan sedikit modifikasi pada notifikasi di file C ( ping.c dan ping_common.c ).

Jadi, ditahap awal kita bisa purge binary aplikasi iputils dan menggunakan source iputils. Gunakan ‘alias’ atau berkas .bashrc atau profile-mu untuk dapat memanggil binary file dari ping.

Selamat Mencoba

Image

Mencari Format Assessment Security yang Baik