Data

Yup.. judulnya hanya ‘Data’, karena belum lama ini saya baru saja bergelut dg perhitungan yang kurang lebih berhubungan dengan data kuantitatif. Namun penyajiannya di convert kedalam bahasa pemrograman web php, javascript, jquery dg design menggunakan bootstrap & css.
Tidak terlalu luarbiasa juga, namun cukup untuk menjadi tambahan pengetahuan bagaimana mencari:
– jumlah sample yang sesuai dari sekian banyak populasi.
– nilai persamaan regresi sederhana yang membantu dalam mengukur suatu sebab akibat dari variabel yang kita teliti. Biasanya disajikan dalam bentuk tabel penolong dimana nilai didalam variabel ini akan menjadi acuan hitung (Sebagai contoh: berapa lama waktu pengerjaan untuk 0 sampai 1 tiket, 2 sampai 4 tiket, 5-7 tiket dst).
– nilai korelasi sederhana untuk penentuan koefisien determinasi atau koefisien penentu (Ini penentuan akhir bagaimana tingkat korelasi antar variabel satu dg yg lain).

Yang pada intinya point2 diatas adalah untuk menunjang dalam pembuatan keputusan, nah seharusnya kalau ini judulnya sudah bukan ‘data’ lagi, tapi sudah melalui proses data->informasi->knowledge->wisdom(decision making). Lalu, screenshot nya mana ??.. nanti saja setelah artikel yg sedang saya tulis selesaiūüėÄ
Tapi boleh deh.. sedikit aja *plinplan mode : ON
dss

Optimalisasi redis

What is it things dude ??..
Jika kita me-refer langsung dari situs nya di redis.io , maka akan dijelaskan seperti berikut :
“..Redis is an open source (BSD licensed), in-memory data structure store, used as database, cache and message broker. It supports data structures such as strings, hashes, lists, sets, sorted sets with range queries, bitmaps, hyperloglogs and geospatial indexes with radius queries. Redis has built-in replication, Lua scripting, LRU eviction, transactions and different levels of on-disk persistence, and provides high availability via Redis Sentinel and automatic partitioning with Redis Cluster. ..”

Nah, sekarang kita coba bagaimana redis menangani masalah high availability atau master-slave. Untuk masalah instalasi nya sendiri sangat mudah (thanks to hacksparrow dan antonlogvinenko atas share-nya + muhammad abbas atas tutorialnya).

Saya menggunakan 2 server dimana 1 master (192.168.1.2) dan 1 slave (192.168.1.3) di ubuntu 11.10 oneiric ocelot. Download, instalasi dan configure dengan menggunakan parameter berikut :
[Server 1 dan 2]
~# apt-get install gcc g++ make tcl*
~# wget -c http://redis.googlecode.com/files/redis-2.4.8.tar.gz
~# tar -zxvf redis-2.4.8.tar.gz
~# cd redis-2.4.8
~# make && make install && make test
~# mkdir -p ~/.redis/
~# cp -pa /<path_source_of_redis>/redis.conf ~/.redis/
[Server 1]
Konfigurasi yang saya gunakan kira2 seperti berikut :
redis.conf

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Continue reading

BIND System Server with Mandriva 2008.1

Sistem operasi Mandriva 2008.1 tergolong cukup lama, entah masih di¬†support¬†hingga saat ini atau tidak. Namun dari salah satu distro inilah saya belajar. Mulai dari¬†issue incompatible hardware¬†hingga¬†masalah¬†packages¬†(Ini History¬†lama sayaūüėÄ :¬†https://forum.linux.or.id/viewtopic.php?t=22216).¬†Lucu juga, bahkan dulu saya sempat bolak-balik ke warnet hanya untuk¬†download¬†dependencies¬†dari paket aplikasi yang hendak di install di Mandriva 2008.1.

Karena itulah, dulu sempat mencoba mengutak-utik domain name service di distro ini namun menyerah karena keterbatasan ilmu pengetahuan dan fasilitas. Namun Alhamdulillah, sekarang tidak lagi karena bahan belajar sudah bisa saya temukan banyak dimana-mana.

Dimulai dengan instalasi server DNS di mandriva 2008.1
1-UIHal pertama yang langsung saya pikirkan adalah apakah repository untuk distro non-LTS semacam Mandriva 2008.1 ini masih ada atau tidak. Saya coba browse di internet, ternyata masih ada walaupun tidak banyak, dengan langkah pertama menuju situs lama kesukaan saya : http://rpm.pbone.net/ .
Saya menggunakan 2 repo berikut ini :
2-UISebelumnya perlu saya sampaikan kalau si Mandriva ini merupakan turunan Mandrake (Bukan nama taneman dari Prof. Sprout yg ada di Harry Potter loh yaūüėõ ) plus akuisisi dari Linux Connectiva. Jadi, memang kenapa ??, ya jadi kita menggunakan parameter yang berbeda dari pada basis debian dan RPM yang menggunakan¬†apt-get¬†atau¬†yum¬†atau¬†zypper¬†dalam instalasi paket aplikasi.
Continue reading

Co-operative Mosix with Co-operative Linux [Long Post]

Mari bermain kembali dengan superkomputerūüôā . Sebelumnya pernah saya tulis artikelnya tentang dasar-dasar pengetahuan membangun cluster superkomputer di ¬†UPDATE ‚Äď Superkomputer dengan Native GNU/ Linux ‚Äď Finale¬†.

Untuk urusan server dan cluster, GNU/Linux memang sudah teruji. Nah disini kita coba membangun superkomputer dengan openmosix-nya windows (CoMosix), dimana CoMosix ini sebenarnya adalah bundling dari CoLinux. Meskipun colinux tergolong cara lama/ obsolete juga dalam hal virtualisasi disamping cygnuswindows dan vmware, namun akan kita coba sebagai tambahan referensi.

Langkah 1 : menyiapkan windows sebagai main node nya dalam menjalankan CoLinux.
Langkah 2 : melakukan instalasi nfs-server di Cygwin. Sebenarnya langkah instalasi nfs-server, portmap/ rcpbind ini optional  karena kita dapat melakukan instalasi dhcp-server dan nfs-server langsung didalam node CoLinux nya. Kemudian pada Control Panel РAdministrative Tools РServices , pastikan service mountd, nfsd, dan rpcbind telah running. Gunakan parameter berikut untuk check binding service atau port yg listen ~# rpcbind -p | grep <service_name>
cywgin-nfs2 Alhamdulillah-coLinux6
Continue reading

JS”ON” Split

Judul nya sengaja saya plesetkan, karena mungkin beberapa posting selanjutnya (termasuk postingan ini) adalah posting terakhir saya yang berbau teknis sebelum saya menulis JURNAL atau EBOOK. But let it go for now.

Ada satu metode yang sangat¬†simple¬†bagaimana membuat rapi tampilan dari json yang ‘mengular’. Selain enak dibaca dari sisi¬†end user,¬†tapi berguna juga untuk kita¬†grep, cut, parse¬†atau mengambil informasi tertentu sesuai kebutuhan kita.

  • Anggaplah kita memiliki sebuah file json yang mengular seperti berikut :¬†{“data”: { “posts”: [{“author_id”: 11,”created_at”: “Tue, 11 Nov 2014 16:04:06 +0000”,
  • Buat isi file tersebut agar enak dibaca dengan parameter di UNIX/ Linux : ~#¬†python -m json.tool <your_file>.json ¬†>> tidy_json.json
  • And then…¬†in case my file contain data from all of wordpress post and it has size 15MB approximately. Saya tentukan terlebih dahulu¬†pattern¬†nya.¬†E.G :¬†
  • forblog
  • Now you have to split them into 1MB foreach file :¬†~#¬†split.exe -b1000K <ur_file>.json <ur_file>.json.<this_will_generate_automatically_with_point_at_end_of_filename>
  • Lakukan sedikit penyesuaian pada berkas json nya dan lakukan validator melalui tools¬†jsonlint¬†di linux atau menggunakan situs :¬†pro.jsonlint.com

Selamatūüôā

NoSQL with CASSANDRA

Katanya ada yg lebih robust dari noSQL lainnya..wah
Katanya ada yg lebih bagus dari noSQL lainnya..wah
Katanya ada yg bagus nya ‘seperti’ redis..wah
apa itu ??.. Cassandra namanya..wah

Berikut dokumentasi yang saya peroleh dari tutorialspoint.com :
cassandra

Cheers

Tricky my Tux on Linux Mint 17.Qiana

Damn!!..

My n’book resolution has been minimized automatically from the beginning of boot grub. Stuck on 640×480, hope can be increased one level (1200×675).
Within 2 days i search for the resolution for this case..and whoaaa, i got it from this : https://forums.linuxmint.com/viewtopic.php?t=139021
Thanks for all of UNIX/ Linux geeks in the world.

Here is a little code to adjust our linux display or resolution
displayAdditional noteūüôā :
~# apt-get install xbacklight
~# xbacklight -dec 50 # dec for decrease, inc for increase

Thank you