Category Archives: Islam Iman Ihsan

a CUPS of Security on Linux

Secangkir linux di masa teknologi berkembang. Sebuah analogi ‘asal-asalan’ saya untuk menggambarkan masa dimana selalu muncul ide dan inovasi baru dalam hal teknologi, yang pasti ada kandungan positif dan negatif didalamnya. Apa senjata kita untuk menguasai hal positif dari teknologi ?? Ilmu..Apa senjata kita untuk membentengi diri dari hal negatif teknologi ??.. bukan Firewall tools atau yg lainnya, tapi Iman.

Jadi teringat bagaimana sebuah site yang pernah saya tangani terserang DDOS, posisi saya adalah Victim of Man the middle of attack. Kala itu saya coba telusuri secara awam pada Logging /var/log/secure ada banyak usaha Bruteforce yang datang dari China, ‘baru’ sekitar 24K usaha login..ya.. itu ‘baru’, kala itu saya tangani hanya dengan portsentry, change default secure shell (Port 17135), dan DROP request ping ( -A INPUT -p icmp -m icmp –icmp-type 8 -j DROP ). Tidak memperbolehkan login root secara langsung (PermitRootLogin no), blacklist IP (sshd: ), serta melihat ARP cache yang tersimpan (arp -a) merupakan sedikit cara, disamping menambah parameter berikut untuk ‘menyesuaikan waktu tunggu/ TIME_WAIT‘ dan koneksi yang ESTABLISHED di dalam system control kernel.

# Decrease TIME_WAIT seconds
net.ipv4.tcp_fin_timeout = 30
# Recycle and Reuse TIME_WAIT sockets faster
net.ipv4.tcp_tw_recycle = 1
net.ipv4.tcp_tw_reuse = 1

Selanjutnya  menekan, mencegah, dan sedikitnya saya bisa meminimalisir usaha seperti bruteforce, ARP spoofing, poisoning, dan lain-lain, maka saya harapkan penyesuaian di kernel langsung lewat file sysctl.conf -nya dapat menjadi sebuah alternatif yang lebih tepat sasaran. Temen-temen bisa lihat dan unduh di sini –> kernel-sysctl-configuration-file-for-red-hat-linux

Saya sadar hal itu adalah sementara karena semakin berkembangnya teknologi, makin banyak cara membuat sebuah hole . Setelah saya siasati, jadi kelihatan sedikit beda aja ketika melihat kembali kondisi traffic.
-bash-4.1# netstat -an | grep ‘EST’
.  .  .
tcp        0  14828 x.x.x.x:80            119.160.118.179:40521       ESTABLISHED
tcp        0  59752 x.x.x.x:80            119.160.68.136:18073        ESTABLISHED
tcp        0     48 x.x.x.x:17135         202.53.227.146:40718        ESTABLISHED
.  .  .

Yang lebih ekstrim lagi, kita limit koneksi ‘aneh’ yang masuk dan daftarkan langsung IP yang tidak kita suka dengan parameter berikut di iptables, sebagai contoh saja (jangan hiraukan parameter double yang ditulis) :
iptables-save

Itu baru bentuk serangan, bagaimana dengan situs terlarang??. Nah, karena itulah kembali ke individu masing-masing, tidak munafik jika saya bilang bahwa Iman dan taqwa adalah sebaik-baiknya alat.

Kebanyakan dari kita itu malas rehat sejenak untuk melihat kebelakang atas apa yang telah kita kerjakan, atas dasar apa kita melakukan, dan untuk apa. Kebanyakan fokus kita adalah pada point terakhir yg kita sebut. Ya.. hasil (untuk apa kita melakukan), tak peduli apakah yang lalu ada banyak kesalahan di hal yg sama sehingga kita malas mengevaluasi, atau atas dasar apa kita melakukan ini itu, apa landasan nya.

Contoh kecil saja, dulu saya menggunakan aplikasi Common Unix Printing System di OpenSuSE emerald 11.2 untuk mencetak. Perlu konfigurasi sana sini, tapi sekarang kita mau yg tinggal ‘colok’.  Aplikasi yg ingin dijalankan pun menggunakan pihak ketiga, Crossover atau wine contohnya, kita menolak perintah ./configure dan sejenisnya. Terima beres.

CUPS2

CUPS4

Saya masih ingat tentang tulisan dari seorang dosen ITB menceritakan bagaimana para programmer sekarang dituntut deadline/ milestone dari kantor nya untuk menyelesaikan aplikasinya. Yang penting jadi dan jalan. Hadooh. Untuk urusan ‘mikir-mikir’ yg lainnya belakangan, itu pun klw ingat. 😛 . Bagaimana sulitnya orang terdahulu memanfaatkan resources/ requirement yg amat sangat terbatas, CPU dg memori hanya 128MB misalnya. Mereka lalu berpikir untuk membuat kode-kode optimasi yang efektif dan efisien.

Agaknya saya juga tertular yg seperti itu itu, ini coba menulis blog via asus zenfone 5 karena ingin instant tidak repot2 buka laptop 🙂 .

Yah.. saya, anda, kita semua, punya perenungan yang berbeda.

Advertisements

Esensi Sholat Berjama’ah

Alhamdulillah..

Tulisan ini di dedikasikan untuk saudara/i muslim dan muslimah yang saya sayangi. Saya mencoba mengajak dan tidak bosan-bosannya mengingatkan untuk memperbaiki kualitas di segala aspek ibadah yang telah kita lakukan. Tak lupa rasa syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT dan shalawat serta salam semoga selalu tercurah kepada junjungan Nabi Muhammad SAW.

Salam
Hary

Panduan Evaluasi Sholat dan Hadits Shahih – Mengevaluasi Cara Sholat Kita

Alhamdulillah ..

Bisa terbit juga tulisan saya yang lainnya, selamat menikmati dan merujuk kesini :

Panduan Evaluasi Sholat dan Hadits Shahih

Tugas yang lain tengah menanti …

 

Salam

Hamasa Haarrrryyyy (@_@ v

This year there were over 210 thousands hajj pilgrims from Indonesia .. when we’ll be next ya Robb .. with all of my lovely person


Susahnya mengatur shaf :(


Masalah kecil tapi kita tidak pernah belajar dari hal kecil. Salah satunya mengatur shaf dalam sholat (coba perhatikan shaf anda setiap sholat berjama’ah). Satu hal yang membuat saya jengkel adalah masih banyak yang datang lebih awal ke masjid tapi mengambil tempat yang terakhir dalam shafnya. Hal ini terpaksa membuat saya ‘melangkahi’ orang tersebut jikalau saya tidak bisa datang lebih awal darinya.

Saudaraku blogger yang budiman, sesugguhnya termasuk diantara sekian banyak sunnah Rasululloh SAW yang telah dilalaikan dan dilupakan oleh sebagian besar saudara kita kaum muslimin adalah mengatur shaf (baris). Bahkan diantara mereka ada yang membenci dan mengingkari sunnah ini.

Dalil Tentang Perintah Pengaturan Shaf

  • Sabda Rasulullah yang artinya : “Luruksan shofmu, karena sesungguhnya meluruskan shof itu merupakan bagian dari kesempurnaan sholat.” (HR. al-Bukhori: 723, Muslim: 433)
  • Sabda (lain) Raulullah SAW : Wahai sekalian hamba Alloh, sungguh kalian mau merapikan shof kalian, atau kalau tidak Alloh akan menjadikan perselisihan diantara kalian.” (HR. al-Bukhori: 717, Muslim: 436).
  • Sabda (lain) Raulullah SAW : “Luruskanlah dan janganlah kalian berselisih (tidak lurus shofnya) sehingga hati kalian pun akan berselisih.” (HR.Muslim: 432). Imam an-Nawawi berkata : “Berselisih hati maknanya terjadi kebencian, permusuhan, dan pertentangan hati diantara mereka, sebab perbedaan ketika berada didalam shof merupakan perbedaan lahir dan perbedaan zhohir (lahir) merupakan wujud dari perbedaan lahir batin (yaitu hati).” (Syarh Shohih Muslim: 2/118).
  • Sabda (lain) Rasulullah SAW : “Luruskan (rapikan)lah shof, sejajarkan antara bahu, penuhi yang masih kosong (longgar), bersikap lembutlah terhadap saudara kalian dan janganlah kalian biarkan kelonggaran untuk setan. Barang siapa yang menyambung shof maka Alloh akan menyambungnya dan barang siapa yang memutuskan shof maka Alloh akan memutuskannya.” (HR.Abu Dawud: 666, dishohihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Shohih Sunan Abi Dawud: 1/197).

Shof Terbaik Bagi Laki-Laki dan Wanita

Rosulullah SAW bersabda: “Sebaik-baik shof laki-laki adalah yang pertama dan yang paling buruk adalah yang terakhir. Sedangkan sebaik-baik shof wanita adalah yang terakhir, dan yang paling buruk adalah yang pertama.” (HR.Muslim: 440).

Cara Pengaturan Shof

  • Meluruskan dan merapatkan (Yakni merapatkan bahunya dengan bahu temannya dan pinggir telapak kakinya dengan pinggir telapak kaki temannya) barisan sholat.
  • Memenuhi shof yang masih renggang
  • Menyempurnakan shof yang pertama lebih dahulu kemudian shof yang kedua dan seterusnya.
  • Saling berdekatan

Apabila Makmum Hanya Satu Orang

Apabila imam sholat berjamaah hanya dengan seorang makmum, maka hendaklah makmum tersebut berdiri tepat disebelah kanan imam (sejajar dengannay,–red).

Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata: “Termasuk kesalahan yang menyebar luas, apabila makmum hanya seorang maka posisi imam adalah maju sedikit; padahal yang benar menurut sunnah adalah lurus sejajar, sebagaimana dilakukan oleh Ibnu Abbas tatkala sholat bersama Rasulullah. Imam al-Bukhori membuat bab hadist tersebut ‘Bab apabila hanya imam dan makmum, maka makmum berdiri disebelah kanan imam secara sejajar’, yakni tidak mundur atau maju darinya (imam).” (Fath ul-bari: 2/247).

Berjalan Untuk Menutup Celah Shof

Seseorang yang sholat apabila mengetahui shof yang ada didepannya kosong maka hendaklah ia berjalan untuk memenuhi kekosongan tersebut sekali-pun ia sedang ditengah sholat. Sabda Rasulullah : “Tidak ada langkah yang lebih banyak pahalanya daripada langkah seorang menuju kelonggaran dalam shof untuk menutupnya.” (HR. ath-Thobroni: 1/32, dishohihkan oleh Syaikh al-Albani dalam ash-Shohihah: 2533).

Kesalahan-kesalahan seputar shof

  1. Seseorang menarik orang didepannya untuk bershof bersamanya lantaran mendapati shof didepannya tersebut sudah penuh. Yang benar adalah dia hendaklah berusaha bergabung ke dalam shof (di depannya) bila mungkin. Dan kalau tidak memungkinkan maka dia sholat sendiri dan sholatnya tetap sah. (Lihat Silsilatul-Ahadits adh-Dho’ifah: 2/322)
  2. Merapatkan shof sebatas pada bertemunya ujung-ujung jari kelingking saja, padahal sunnahnya adalah dengan merapatkan seluruh pinggir telapak kaki.
  3. Orang-orang yang datang awal dimasjid tidak mau menempati shof pertama.
  4. Orang-orang awam bersegera menempati belakang imam. Padahal yang berhak untuk mengiringi/berdiri dibelakang imam adalah orang-orang yang hafal al-Qur’an atau yang banyak hafalannya dan yang alim terhadap al-Kitab dan as-Sunnah, kemudian orang yang dibawah mereka, begitu seterusnya. (Lihat HR.Muslim: 432)
  5. Imam hanya membaca hadist tentang shof, tetapi tidak mengatur shof.
  6. Imam hanya mengatakan istawuu-istawuu (luruskan-luruskan) saja, tanpa mengatur shof.
  7. Sholat pada shof yang terputus, baik disebabkan oleh tiang masjid (kecuali terpaksa seperti masjidnya kecil), mimbar besar di dalam masjid (karena bentuk dan ukuran mimbar yang tidak sesuai dengan sunnah), maupun sebab-sebab lain.
  8. Imam memerintahkan menyeimbangkan shof (antara shof bagian kanan dan kiri,–red). Adapun hadist yang berkaitan dengan masalah ini palsu.
  9. Menempatkan/menjadikan anak-anak pada shof tertentu (khusus) dibelakang laki-laki dan melarang mereka bershof bersama orang-orang dewasa. Ini juga salah, lantaran tidak ada hadist tentang pengkhususan shof bagi mereka. Bahkan tindakan akan menimbulkan beberapa dampak negatif, seperti: membuat mereka banyak bermain sehingga gaduh dan menimbulkan perasaan benci dalam diri anak terhadap orang yang menyuruhnya mundur. (Lihat asy-Syarhul-Mumthi’: 2/14-15, al-Qoulul-Mubin fi Akhtho’il-Mushollim: 213-233)
Referensi (seluruhnya dikutip dari Buletin Jum’at Al-FurQon)

********************************************************************

Noted : Referensi untuk dibaca (Undang-undang mawaris dan nikah)
http://hukum.unsrat.ac.id/ma/kompilasi.pdf