Lebih Dekat dengan Program Brackets ‘[‘ di GNU/ Linux

Untuk pengguna GNU/ Linux, ada hal menarik dalam direktori /usr/bin di distro yang kita gunakan. Program brackets ‘[‘ yang lebih kita kenal saat aktifitas scripting di shell (misalnya saat menggunakan kondisi if di script) dapat kita temukan pada direktori /usr/bin . Mari mengenal lebih dekat dengan program brackets tersebut.

Berkas aneh tersebut merupakan bagian dari GNU Coreutils, yang jika saya baca dari sumbernya langsung GNU , merupakan sebuah ekspresi kondisi yang mengembalikan nilai salah atau benar (true or false) dari kondisi yang didefinisikan.

returns a status of 0 (true) or 1 (false) depending on the evaluation of the conditional expression expr

Nilai tersebut sangat penting jika kita membutuhkan nilai keluaran yang akan di proses lebih lanjut. Mari kita coba buktikan dengan menuliskan ‘[‘ pada shell. Maka keluaran yang akan diperoleh adalah :
$ [
-bash: [: missing `]’

Hal tersebut karena kita menggunakan fungsi fasilitas built in shell. Coba kita analisis lebih jauh dengan mengidentifikasi file tersebut :
$ type [
[ is a shell builtin

Implementasi

Pertama-tama kita coba dengan menggunakan brackets penutup (dengan menggunakan spasi dan tanpa spasi)
$ [ ]
$ []
-bash: []: command not found

Berikutnya akan kita uji dengan informasi sebagai berikut: Setiap program ‘[‘ akan mengembalikan nilai (exit status) yang dapat dievaluasi dengan parameter : ‘$?’ . Dimana nilai kembalian 0 adalah benar dan 1 adalah salah.
Kita uji dengan penggunaan argumen -e <file> apakah suatu file ditemukan atau tidak :
$ [ -e /hary ]
$ $?
-bash: 1: command not found

$ [ -e /usr/bin/df.exe ]
$ $?
-bash: 0: command not found

Fungsi ‘[‘ ini juga dapat bekerja pada string seperti pengujian apakah sebuah string lebih dari Nol (Ada) atau string sama dengan Nol atau String sama dengan kosong (Null). Berikut pengujiannya :
$ [ -n “Ada string” ]
$ $?
-bash: 0: command not found

$ [ -n “” ]
$ $?
-bash: 1: command not found

$ [ -z “” ]
$ $?
-bash: 0: command not found

$ [ -z “Ada string” ]
$ $?
-bash: 1: command not found

Pengujian berikutnya membandingkan apakah dua string sama atau tidak. Berikut contohnya :
$ [ “tifosilinux” = “tifosilinux” ]
$ $?
-bash: 0: command not found

$ [ “tifosilinux” = “usmile” ]
$ $?
-bash: 1: command not found

$ [ “tifosilinux” != “tifosilinux” ]
$ $?
-bash: 1: command not found

Bagaimana perlakuannya dengan integer ?. Kita bisa uji dengan cara berikut :
$ [ 89 -eq 89 ]
$ $?
-bash: 0: command not found

$ [ 1 -eq 2 ]
$ $?
-bash: 1: command not found

$ [ 1 -ne 1 ]
$ $?
-bash: 1: command not found

Yang terakhir, kita bisa melakukan pengecekan apakah file ditemukan atau tidak :
$ [ -f /home/User25/reconnection.sh ]
$ $?
-bash: 0: command not found

$ [ -f /home/User25/mandrake.txt ]
$ $?
-bash: 1: command not found

Catatan tambahan :
Ada beberapa opsi selain -f untuk melakukan pengecekan file/ berkas, diantaranya :
-d : Pengecekan direktori
-b : Pengecekan blok file (seperti /dev/sda, etc)
-S : Pengecekan socket (seperti /var/run/acpid)
-r : Pengecekan file dapat di baca
-w : Pengecekan file dapat ditulisi
-x : Pengecekan file dapat di execute

Advertisements

Kustomisasi Packet Internet Groper (PING)

Kernel Hacking ??.. Saya pikir kita tidak perlu masuk hingga ke level kernel untuk bisa melakukan  kustom output pada saat melakukan request ping. Caranya ?..

Karena sebenarnya hal ini berjalan pada level applications. Paket yang digunakan pun hanyalah iputils-ping (saya menggunakan linux Knoppix untuk uji coba). Dengan sedikit modifikasi pada notifikasi di file C ( ping.c dan ping_common.c ).

Jadi, ditahap awal kita bisa purge binary aplikasi iputils dan menggunakan source iputils. Gunakan ‘alias’ atau berkas .bashrc atau profile-mu untuk dapat memanggil binary file dari ping.

Selamat Mencoba

Image

Mencari Format Assessment Security yang Baik

Ayat Jurnal Penyesuaian dan Ayat Jurnal Balik

Bismillah,

Related tulisan ikhtisar akuntansi dan manajemen keuangan saya sebelumnya, dan meringkas tulisan saya di blog ini agar tidak terlalu panjang. Silahkan disimak referensi tambahan yang coba saya sarikan.

Salam.

Analisis Konsep Pembayaran Cicilan Barang dengan Metode PVA

Jika kita bermaksud mencicil sebuah sepeda motor selama 3 tahun. Harga kontan motor itu adalah Rp12.900.000,00. Besarnya angsuran setiap bulan adalah Rp500.000,00. Uang muka sebesar Rp700.000,00, sudah termasuk cicilan bulan pertama.

Pertanyaannya:
a. Berapa tingkat bunga perbulan (per cicilan) ?
b. Jika ada sebuah bank yang menawarkan pinjaman dengan bunga 18% pertahun, apa yang sebaiknya kita lakukan ?

Berikut uraiannya semoga bisa terjawab:
Analisis pertamakali adalah tentukan apakah kasus diatas termasuk nilai waktu uang sekarang atau akan datang , serta anuitas atau tidak, apakah termasuk anuitas biasa atau jatuh tempo. Pembahasan tersebut dapat teman-teman baca dan pahami pada artikel saya sebelumnya di sini : Ikhtisar Akuntansi dan Manajemen Keuangan .

Maka, jika kita lihat kasus diatas termasuk perhitungan sekarang anuitas biasa (karena pembayaran dilakukan setiap akhir bulan) dengan rumus :

PVA = P x PVIFA k,n

dimana PVIFA k,n merupakan persamaan dari (1 – (1 + k)-n ) / k

Kita bisa langsung berhitung untuk pertanyaan (a) dengan metode sebagai berikut :

Continue reading

Ikhtisar Pengantar Akuntansi dan Manajemen Keuangan

Bismillah..

Bahan presentasi. Tidak besar, namun cukup menjadi dasar.

Grant User Service on Windows Server 2008 R2

grant-user-service-on-windows-server-2008-r2Berikut ini adalah cara menanggulangi remote desktop service pada Windows Server yang terganggu karena (kemungkinan) ada aplikasi lai yang berjalan secara tidak normal dan mekanisme uninstall yang tidak bersih. “Mengapa menggunakan windows ?? .. katanya linuxer ??”, Yaah tidak ‘melulu’ soal linux 🙂 , tergantung kebutuhan. Caranya cukup dengan beberapa tahap berikut :

  1. Masuk ke services pada control panel -> System and Security -> Administrative Tools -> Services
  2. Cari fitur dg Service name : remote desktop service dan perhatikan service dependencies nya. Biasanya untuk remote desktop memiliki nama service : TermService dengan dependensi default RPCSS  (atau kamu bisa juga melakukan cek dengan parameter > sc qc <Service name> ).
  3. Jika ada dependensi ‘aneh2’, bisa kamu hapus terlebih dahulu dengan parameter berikut : sc <delete/ start/ stop> <Service name>. Kemudian daftarkan kembali ke dependensi awal dengan parameter berikut : sc config <Service name> depend= ‘nama service dependensi’
  4. Pastikan bahwa grant user saat service remote desktop ‘up’ menggunakan username yang sesuai pada tab ‘Log On‘ saat masuk ke menu services seperti point di atas.
  5. Kemudian tulis parameter ‘secpol.msc’ pada fitur shortcut (Windows + R).
  6. Masuk ke Local Policies -> User Rights Assignment.
  7. Pada policy Allow log on through Remote Desktop Services , tambahkan security setting User sesuai kebutuhan.

grant-user-service-on-windows-server-2008-r2

grant-user-service-on-windows-server-2008-r2
Langkah yang cukup mudah namun akan sangat tidak efektif dan efisien bila kita ingat, jadi yaa dicatat saja 🙂 , karena issue yang sifatnya insindetal.

 

Salam.