Co-operative Mosix with Co-operative Linux [Long Post]

Mari bermain kembali dengan superkomputer 🙂 . Sebelumnya pernah saya tulis artikelnya tentang dasar-dasar pengetahuan membangun cluster superkomputer di  UPDATE – Superkomputer dengan Native GNU/ Linux – Finale .

Untuk urusan server dan cluster, GNU/Linux memang sudah teruji. Nah disini kita coba membangun superkomputer dengan openmosix-nya windows (CoMosix), dimana CoMosix ini sebenarnya adalah bundling dari CoLinux. Meskipun colinux tergolong cara lama/ obsolete juga dalam hal virtualisasi disamping cygnuswindows dan vmware, namun akan kita coba sebagai tambahan referensi.

Langkah 1 : menyiapkan windows sebagai main node nya dalam menjalankan CoLinux.
Langkah 2melakukan instalasi nfs-server di Cygwin. Sebenarnya langkah instalasi nfs-server, portmap/ rcpbind ini optional  karena kita dapat melakukan instalasi dhcp-server dan nfs-server langsung didalam node CoLinux nya. Kemudian pada Control Panel – Administrative Tools – Services , pastikan service mountd, nfsd, dan rpcbind telah running. Gunakan parameter berikut untuk check binding service atau port yg listen ~# rpcbind -p | grep <service_name>
cywgin-nfs2 Alhamdulillah-coLinux6
Langkah 3 : Masih didalam aplikasi cygwin, download filesystems openmosix omrootfs.tar.bz2 kemudian letakkan dalam direktori /home/ .
Langkah 4Lakukan tahap konfigurasi /etc/exports untuk mengatur privileges serta network file systems kita.
nfs-configLangkah 5Siapkan installer winpcap version-4.1.3, CoLinux-0.7.9, dan CoMosix-1.2.2 (perlu diperhatikan untuk version yang digunakan agar compatible, karena kendala sering muncul akibat miss-match version.. even due to obsolete package version or others ).
Langkah 6Make sure driver telah ter-instalasi properly baik di direktori colinux ataupun comosix dengan parameter ~# colinux-daemon.exe –status-driver && colinux-daemon.exe –remove-driver && colinux-daemon.exe –install-driver
Langkah 7Lakukan konfigurasi berkas colinux dan comosix seperti berikut
colinux.conf———————————-
comosixSebelumnya pastikan jika konfigurasi membaca driver yang kita miliki dengan benar. Disini saya menggunakan 2 buah interface dengan koneksi 1 dengan slirp (internet/ NAT) dan koneksi 2 sebagai TAP interface antar host CoLinux/ CoMosix.
eth*Sebagai catatan, jika konfigurasi colinux kita menggunakan versi lama dan belum support mode slirp, maka dapat menggunakan 2 tipe driver eth, yakni eth0 dan eth1 dengan menyesuaikan gateway dan nameserver terlebih dahulu tentunya.
Langkah 8 :
Jika sudah login dengan user/ passwd : root/ root , kita coba increase default size rata-rata image colinux yang masih 1G. Kita bisa menggunakan aplikasi toporesize.exe di windows setelah itu jalankan parameter ~# resize2fs </path/image_file> , masih didalam Cygwin. Untuk create file image nya sendiri kita bisa menggunakan parameter berikut di command prompt windows :
C:> fsutil file createnew C:\colinux\<image_name>.img <size>
dimana opsi ukuran nya sbb :
size

 

 

 

Langkah 9 : Jika requirement sudah siap, kemudian jalankan ~# colinux-daemon.exe @colinux.conf (untuk newest version) atau ~# colinux-daemon.exe -c coliux.xml (untuk oldest version) serta ~# colinux-daemon.exe -c comosix.xml
Alhamdulillah-coLinux
Langkah 10 : Ada beberapa kendala ketika sudah login ke image ubuntu di colinux. Baik dari sisi repository yang sudah obsolete ataupun kernel yang incompatible dengan modules yang dibutuhkan oleh aplikasi nfs daemon.
Jadi, lakukan kompilasi kernel beserta patch yang disediakan oleh colinux/ comosix (bisa di download di site berikut : svn.code.sf.net/p/colinux/code/tags/ ) dengan step singkat berikut ini : ~# cd /<path_your_linux_kernel>/ && patch -p1 < /<path_your_patch_dir>/<patch_file> && cp -pa /<path_your_patch_dir>/config . && make modules && make modules_install && depmod -a && modprobe nfs
cross_compiling
Langkah 11 : Jika tidak ada kendala dengan requirement diatas, maka comosix bisa kita eksekusi dan lakukan akses telnet ke ip server openmosix windows yang secara otomatis telah di assign oleh service dhcp. Gunakan user/ password : root/ comosix
Alhamdulillah-coLinux-BERES

Noted :
-Dipastikan akan ada sisi positif dan negatif saat kita prefer colinux daripada product yang lain, salah satunya : “.. running network-heavy apps in coLinux caused my wireless connection to drop out in the Windows host ..” (https://news.ycombinator.com/item?id=118103)
-Gunakan parameter berikut untuk mengambil semua berkas non-parent dan menghindari robots.txt (mencegah site di copy content-nya oleh pihak lain) dengan aplikasi wget :
wgeturi

Done

Advertisements

Tinggalkan pesan atau komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s