Linux First then Windows

Mencari berbagai referensi tentang dual boot, masih sangat jarang yang mengangkat topik bagaimana melakukan instalasi Windows  setelah linux.

Karena pada awalnya saya memang senang betul menggunakan linux Mint, maka tanpa pikir panjang saya pasang saja Linux Mint 17 Qiana dg GUI XFCE. Tapi ‘diuar kebiasaan’ saya menyisakan partisi dengan jumlah setengah dari 500G yang sebelumnya telah dikonsumsi oleh GNU/Linux. Nah, mulai deh..setelah ada keinginan untuk melakukan instalasi Windows karena ingin bermain game (yg ini jangan ditiru 😛 ), point berikut perumusan masalah berdasarkan latar belakang yg saya tulis sebelumnya:
1. Apa tipe partisi existing yang digunakan sekarang ini ? (Nah yg ini bisa kamu baca2 apa perbedaan GPT dengan MBR. Just in case, saya menggunakan konfigurasi hybrid MBR untuk  partisi yang ingin ditaruh Windows – Saran saya, gunakan aplikasi gdisk yah di Linux 😉 ), karena windows menolak partisi yang masih berstatus GPT seperti berikut :

Jpeg

Jpeg
2. Bagaimana menyiasati boot loader dua OS berbeda tersebut ? (Yang ini saya menggunakan aplikasi easyBCD – Ini aplikasi pinter banget bisa menyesuaikan kebutuhan loader OS kita. Gunakan yang neogrub otomatis ya, biar nggak repot).
neogrub

Kesimpulannya, bisa dilihat digambar berikut:Jpeg

Advertisements

Tinggalkan pesan atau komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s