-Curhatan Panjang-

“Hiduplah dengan memberi sebanyak-banyaknya, bukan untuk menerima sebanyak-banyaknya”, begitu kata tokoh Pak Harfan di Laskar Pelangi. Saya selalu berpikir bagaimana kita dapat memberikan segala sesuatunya padahal kita sendiri masih hidup sulit. Islam memberikan solusi ini dalam istilah Itsar dan sebagai contoh kita bisa membuka Al Qur’anul Karim Q.S. 47:10.
Dalam sebuah percakapan beberapa orang atau teman, seberapa jauh mereka memikirkan plan apa saja yang mungkin mereka raih. Saya diam, bukan seorang pekerja yang berlokasi di sebuah departemen maupun instansi dimana orang-orang dapat meraih ketenangan masa depan, menabung, tidak tergantung pada ‘profit’ harian, at least bisa tenang mengikuti kesibukkan lain seperti berorganisasi dan lain-lain.
‘Mereka itu selalu nomor satu, pintar, orang yang hidup sejahtera. Saya tak pernah belum mendengar mereka ‘memikirkan yang lain’, mengajak, atau bahkan royal dan loyal terhadap umum. Tidak, saya tidak pernah berharap lebih.Tersenyum iri melihat mereka yang hidup lebih dari cukup (dg bersyukur) lalu mereka dermawan, serta mereka yang cerdas berilmu lalu mereka mengamalkannya.

.

Advertisements

Tinggalkan pesan atau komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s