Re-play With My ‘Zod’

Sudah lama saya melakukan uji coba untuk membuat liveCD dan me-remaster Distro, namun belum sempat saya posting kembali :).

Meskipun banyak cara untuk membuat liveCD GNU/linux / me-remaster seperti teknologi suseStudio, reconstructor, LFS (Linux From Scratch), dan Slax. Saya mencoba pilihan yang terakhir ini. Sebagai latihan saya, GNU/Linux Fedora Core 6 saya gunakan sebagai landasannya. Namun kernel yang digunakan untuk distro ini adalah 2.6.18 dan terpaksa harus melakukan Down-grade ke versi kernel 2.6.16 dikarenakan conflict dari paket-paket yang dibutuhkan. berikut paket yang dibutuhkan untuk membuat liveCD / remaster tersebut:

1. linux-live-5.4.9.tar.gz

2. unionfs-1.2.tar.gz

3. squashfs3.0.tar.gz

4. linux-2.6.16.tar.bz2

Diawali dengan melakukan patch komponen unionfs-1.2 yang sebelumnya telah saya ekstrak ke direktori kernel yang saya gunakan dengan parameter berikut:

# cd /sesuai_lokasi_direktori_anda/unionfs-1.2

# ./patch-kernel.sh /sesuai_lokasi_direktori_anda/linux-2.6.16

Kemudian langkah selanjutnya melakukan patch komponen squashfs dengan parameter berikut:

# cd /sesuai_lokasi_direktori_anda/linux-2.6.16

# patch -p1 < /sesuai_direktori_anda/squashfs3.0/linux-2.6.15/squashfs3.0-patch

Lalu saya konfigurasi kembali kernel dengan menjalankan parameter make menuconfig, dan melakukan setting seperti saat saya biasa melakukan upgrade kernel (sebagai catatan penting: untuk kebanyakan distro yang menggunakan tipe boot Grub dan banyak melakukan konfigurasi/me-load module jangan lupa untuk membuat initial ramdisk dan men-disable Security Enhanced Linux agar proses reboot setelah pembuatan liveCD selesai tidak muncul pesan error/kernel panic).

Setelah menjalankan init 6 dan masuk ke kernel yang baru di Down-Grade tersebut (2.6.18 ke 2.6.16), selanjutnya saya lanjutkan dengan melakukan kompilasi dan instalasi unionfs. berikut parameternya:

# cd /sesuai_lokasi_direktori_anda/unionfs-1.2

# touch fistdev.mk

Kemudian tambahkan teks berikut ke dalam file tersebut,

EXTRACFLAGS=-DUNIONFS_NDEBUG UNIONFS_DEBUG_CFLAG=

Dan jalankan proses instalasi

# make

# make install

Saatnya melakukan kompilasi dan menginstalasi squashfs-tools :

# cd /sesuai_lokasi_direktori_anda/squashfs3.0/squashfs-tools

# make

# make install

# cp /sesuai_lokasi_direktori_anda/squashfs3.0/squashfs-tools/mksquashfs /usr/sbin/mksquashfs

Lalu saya lakukan modifikasi script linux-live dengan parameter berikut:

# mkdir /sesuai_lokasi_direktori_anda/linux-live-5.4.9/initrd/kernel-modules/2.6.16

# cp /lib/modules/2.6.16/kernel/fs/unionfs.ko /sesuai_lokasi_direktori_anda/linux-live-5.4.9/initrd/kernel-modules/2.6.16

# cp /lib/modules/2.6.16/kernel/fs/squashfs/squashfs.ko /sesuai_lokasi_direktori_anda/linux-live-5.4.9/initrd/kernel-modules/2.6.16

Selanjutnya lakukan pengaturan pada file config yang ada pada direktori linux-live dengan mengubah ukuran RAM0SIZE=4444 menjadi RAM0SIZE=8888

serta edit file isolinux.cfg pada direktori linux-live-5.4.9/cd-root dengan mengubah ramdisk_size=4444 menjadi ramdisk_size=8888.

Langkah terakhir adalah menjalankan runme.sh pada direktori linux-live-5.4.9 dan file livecd.iso akan dihasilkan pada direktori temporary (/tmp).

Berikut ini adalah tampilan log in dan desktop (hanya dilakukan perubahan pada splash screen dan logo menu belum sempat dimodifikasi) dari liveCD yang penulis buat dengan tambahan aplikasi GAMBAS didalamnya.

Referensi : Praktikum ini saya coba kira2x 2 tahun yg lalu lewat jurnal-nya mas Kemas A.Y. Silahkan merujuk ke http://www.ilmukomputer.com

Advertisements

Tinggalkan pesan atau komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s