Susahnya mengatur shaf :(


Masalah kecil tapi kita tidak pernah belajar dari hal kecil. Salah satunya mengatur shaf dalam sholat (coba perhatikan shaf anda setiap sholat berjama’ah). Satu hal yang membuat saya jengkel adalah masih banyak yang datang lebih awal ke masjid tapi mengambil tempat yang terakhir dalam shafnya. Hal ini terpaksa membuat saya ‘melangkahi’ orang tersebut jikalau saya tidak bisa datang lebih awal darinya.

Saudaraku blogger yang budiman, sesugguhnya termasuk diantara sekian banyak sunnah Rasululloh SAW yang telah dilalaikan dan dilupakan oleh sebagian besar saudara kita kaum muslimin adalah mengatur shaf (baris). Bahkan diantara mereka ada yang membenci dan mengingkari sunnah ini.

Dalil Tentang Perintah Pengaturan Shaf

  • Sabda Rasulullah yang artinya : “Luruksan shofmu, karena sesungguhnya meluruskan shof itu merupakan bagian dari kesempurnaan sholat.” (HR. al-Bukhori: 723, Muslim: 433)
  • Sabda (lain) Raulullah SAW : Wahai sekalian hamba Alloh, sungguh kalian mau merapikan shof kalian, atau kalau tidak Alloh akan menjadikan perselisihan diantara kalian.” (HR. al-Bukhori: 717, Muslim: 436).
  • Sabda (lain) Raulullah SAW : “Luruskanlah dan janganlah kalian berselisih (tidak lurus shofnya) sehingga hati kalian pun akan berselisih.” (HR.Muslim: 432). Imam an-Nawawi berkata : “Berselisih hati maknanya terjadi kebencian, permusuhan, dan pertentangan hati diantara mereka, sebab perbedaan ketika berada didalam shof merupakan perbedaan lahir dan perbedaan zhohir (lahir) merupakan wujud dari perbedaan lahir batin (yaitu hati).” (Syarh Shohih Muslim: 2/118).
  • Sabda (lain) Rasulullah SAW : “Luruskan (rapikan)lah shof, sejajarkan antara bahu, penuhi yang masih kosong (longgar), bersikap lembutlah terhadap saudara kalian dan janganlah kalian biarkan kelonggaran untuk setan. Barang siapa yang menyambung shof maka Alloh akan menyambungnya dan barang siapa yang memutuskan shof maka Alloh akan memutuskannya.” (HR.Abu Dawud: 666, dishohihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Shohih Sunan Abi Dawud: 1/197).

Shof Terbaik Bagi Laki-Laki dan Wanita

Rosulullah SAW bersabda: “Sebaik-baik shof laki-laki adalah yang pertama dan yang paling buruk adalah yang terakhir. Sedangkan sebaik-baik shof wanita adalah yang terakhir, dan yang paling buruk adalah yang pertama.” (HR.Muslim: 440).

Cara Pengaturan Shof

  • Meluruskan dan merapatkan (Yakni merapatkan bahunya dengan bahu temannya dan pinggir telapak kakinya dengan pinggir telapak kaki temannya) barisan sholat.
  • Memenuhi shof yang masih renggang
  • Menyempurnakan shof yang pertama lebih dahulu kemudian shof yang kedua dan seterusnya.
  • Saling berdekatan

Apabila Makmum Hanya Satu Orang

Apabila imam sholat berjamaah hanya dengan seorang makmum, maka hendaklah makmum tersebut berdiri tepat disebelah kanan imam (sejajar dengannay,–red).

Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata: “Termasuk kesalahan yang menyebar luas, apabila makmum hanya seorang maka posisi imam adalah maju sedikit; padahal yang benar menurut sunnah adalah lurus sejajar, sebagaimana dilakukan oleh Ibnu Abbas tatkala sholat bersama Rasulullah. Imam al-Bukhori membuat bab hadist tersebut ‘Bab apabila hanya imam dan makmum, maka makmum berdiri disebelah kanan imam secara sejajar’, yakni tidak mundur atau maju darinya (imam).” (Fath ul-bari: 2/247).

Berjalan Untuk Menutup Celah Shof

Seseorang yang sholat apabila mengetahui shof yang ada didepannya kosong maka hendaklah ia berjalan untuk memenuhi kekosongan tersebut sekali-pun ia sedang ditengah sholat. Sabda Rasulullah : “Tidak ada langkah yang lebih banyak pahalanya daripada langkah seorang menuju kelonggaran dalam shof untuk menutupnya.” (HR. ath-Thobroni: 1/32, dishohihkan oleh Syaikh al-Albani dalam ash-Shohihah: 2533).

Kesalahan-kesalahan seputar shof

  1. Seseorang menarik orang didepannya untuk bershof bersamanya lantaran mendapati shof didepannya tersebut sudah penuh. Yang benar adalah dia hendaklah berusaha bergabung ke dalam shof (di depannya) bila mungkin. Dan kalau tidak memungkinkan maka dia sholat sendiri dan sholatnya tetap sah. (Lihat Silsilatul-Ahadits adh-Dho’ifah: 2/322)
  2. Merapatkan shof sebatas pada bertemunya ujung-ujung jari kelingking saja, padahal sunnahnya adalah dengan merapatkan seluruh pinggir telapak kaki.
  3. Orang-orang yang datang awal dimasjid tidak mau menempati shof pertama.
  4. Orang-orang awam bersegera menempati belakang imam. Padahal yang berhak untuk mengiringi/berdiri dibelakang imam adalah orang-orang yang hafal al-Qur’an atau yang banyak hafalannya dan yang alim terhadap al-Kitab dan as-Sunnah, kemudian orang yang dibawah mereka, begitu seterusnya. (Lihat HR.Muslim: 432)
  5. Imam hanya membaca hadist tentang shof, tetapi tidak mengatur shof.
  6. Imam hanya mengatakan istawuu-istawuu (luruskan-luruskan) saja, tanpa mengatur shof.
  7. Sholat pada shof yang terputus, baik disebabkan oleh tiang masjid (kecuali terpaksa seperti masjidnya kecil), mimbar besar di dalam masjid (karena bentuk dan ukuran mimbar yang tidak sesuai dengan sunnah), maupun sebab-sebab lain.
  8. Imam memerintahkan menyeimbangkan shof (antara shof bagian kanan dan kiri,–red). Adapun hadist yang berkaitan dengan masalah ini palsu.
  9. Menempatkan/menjadikan anak-anak pada shof tertentu (khusus) dibelakang laki-laki dan melarang mereka bershof bersama orang-orang dewasa. Ini juga salah, lantaran tidak ada hadist tentang pengkhususan shof bagi mereka. Bahkan tindakan akan menimbulkan beberapa dampak negatif, seperti: membuat mereka banyak bermain sehingga gaduh dan menimbulkan perasaan benci dalam diri anak terhadap orang yang menyuruhnya mundur. (Lihat asy-Syarhul-Mumthi’: 2/14-15, al-Qoulul-Mubin fi Akhtho’il-Mushollim: 213-233)
Referensi (seluruhnya dikutip dari Buletin Jum’at Al-FurQon)

********************************************************************

Noted : Referensi untuk dibaca (Undang-undang mawaris dan nikah)
http://hukum.unsrat.ac.id/ma/kompilasi.pdf

Advertisements

Tinggalkan pesan atau komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s